AtjehNasionalNews

Terkait DTKS, Pemko Banda Aceh Ikuti Rakor dengan Kemenkominfo

×

Terkait DTKS, Pemko Banda Aceh Ikuti Rakor dengan Kemenkominfo

Sebarkan artikel ini

Banda Aceh – Dalam rangka mendukung migrasi sistem televisi terestrial analog ke digital melalui penyediaan ekosistem perangkat pendukung siaran layanan TV Digital untuk rumah tangga miskin, Kementerian Kominfo melakukan rapat koordinasi untuk membahas terkait Data Rumah Tangga Miskin yang Terdapat pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Dalam rapat yang dilaksanakan melalui virtual zoom tersebut, Kemenkominfo mengundang Dinas Sosial selaku wali data dan juga Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh.

“Tadi pihak Kominfo melakukan pertemuan dengan Kadis Sosial dan Kadis Kominfotik lewat zoom meeting tentang kesiapan daerah terhadap migrasi TV Analog ke TV Digital.” Jelas Kepala Diskominfotik Banda Aceh Fadhli, S.Sos, MM di ruangan aula kantornya, Selasa (29/6/21).

Kata Fadhil, rapat tersebut dilaksanakan untuk mengetahui seberapa banyak Rumah tangga miskin yang ada di daerah salah satunya di Banda Aceh.

“Hal ini untuk melihat jika perubahan migrasi ini, akan berimplikasi terhadap kemampuan masyarakat untuk membeli atau menyediakan Set Top Box (STB). Untuk Banda Aceh kita laporkan bahwa pada dasarnya kita siap untuk menyukseskan program Migrasi TV ini,” jelasnya.

Lanjut Fadhil, mengenai hal ini, pihaknya akan melakukan sosialisasi seperti, menyurati camat untuk disampaikan kepada keuchik tentang batas akhir migrasi TV Analog ke Digital yaitu pada 17 Agustus.

“Kemudian kita juga meminta kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh untuk menyampaikan kepada lembaga penyiaran terkait sosialisasi masif di TV mereka tentang program ini. Kita juga memohon ada bantuan dari pusat untuk bisa dihibahkan perangkat bagi keluarga miskin,” paparnya.

Sedangkan untuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang didapat dari DInas Sosial, sebanyak 12.253 ruta yang terdiri dari 45.323 jiwa dari 9 (Sembilan) kecamatan di Kota Banda Aceh. (And)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *